Surety Bond2025Β· 7 menit baca

Performance Bond Batam: Jaminan Pelaksanaan Proyek Sesuai Kontrak

Panduan lengkap performance bond di Batam β€” pengertian, fungsi, nilai, dokumen yang dibutuhkan, dan cara mengajukan jaminan pelaksanaan untuk proyek konstruksi, EPC, dan pengadaan barang/jasa.

Rio Mardiansyah
Rio Mardiansyah
Konsultan Asuransi Kerugian Β· 10+ Tahun Pengalaman

Ketika sebuah kontrak proyek ditandatangani, pemilik proyek membutuhkan kepastian bahwa kontraktor akan menyelesaikan pekerjaan sesuai spesifikasi, jadwal, dan nilai kontrak yang disepakati. Di sinilah Performance Bond atau Jaminan Pelaksanaan memainkan perannya.

Performance bond adalah instrumen yang paling sering diminta setelah Bid Bond dalam siklus pengadaan proyek di Batam. Dokumen ini wajib diserahkan oleh kontraktor pemenang sebelum pekerjaan dimulai.

Apa Itu Performance Bond (Jaminan Pelaksanaan)?

Performance bond adalah jenis surety bond yang memberikan jaminan kepada pemilik proyek (obligee) bahwa kontraktor (principal) akan:

  • Menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai ruang lingkup kontrak
  • Memenuhi standar kualitas dan spesifikasi teknis yang disyaratkan
  • Menyelesaikan proyek dalam batas waktu yang ditetapkan
  • Menyerahkan Maintenance Bond setelah proyek selesai, jika dipersyaratkan

Jika kontraktor wanprestasi β€” misalnya menghentikan pekerjaan di tengah jalan, mengerjakan dengan kualitas di bawah standar, atau melampaui waktu tanpa sebab sah β€” pemilik proyek dapat mencairkan performance bond sebagai kompensasi.

Siapa yang Wajib Menyerahkan Performance Bond di Batam?

Performance bond umumnya dipersyaratkan kepada:

  • Kontraktor konstruksi yang mengerjakan proyek gedung, fasilitas industri, atau infrastruktur di Batam
  • Kontraktor EPC (Engineering, Procurement & Construction) untuk proyek pabrik, kilang, atau instalasi besar di kawasan industri
  • Supplier pengadaan yang memasok barang atau peralatan dengan nilai kontrak signifikan kepada BUMN atau pemerintah
  • Kontraktor IT dan jasa dalam proyek jangka panjang dengan milestone penyelesaian yang terukur
  • Subkontraktor dalam kontrak back-to-back dengan kontraktor utama

Berapa Nilai Performance Bond?

Berdasarkan Perpres 16/2018 dan ketentuan pengadaan yang berlaku, nilai performance bond umumnya ditetapkan sebesar 5% dari nilai kontrak. Namun untuk proyek swasta atau kontrak bilateral, nilai ini dapat berbeda sesuai kesepakatan para pihak β€” umumnya berkisar antara 5% hingga 10% dari nilai kontrak.

Contoh: Untuk kontrak konstruksi senilai Rp 50 miliar, performance bond yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 2,5 miliar.

Masa Berlaku Performance Bond

Performance bond berlaku sejak tanggal penandatanganan kontrak hingga selesainya seluruh pekerjaan dan dilakukannya serah terima proyek (BAST). Masa berlaku biasanya mencerminkan durasi kontrak ditambah buffer 30 hari. Jika proyek mengalami perpanjangan waktu (addendum), performance bond harus diperpanjang secara bersamaan.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pengajuan Performance Bond

  • Akta pendirian dan seluruh perubahan perusahaan
  • NIB (Nomor Induk Berusaha) dan SIUJK (untuk kontraktor konstruksi)
  • NPWP perusahaan
  • Laporan keuangan 2 tahun terakhir (lebih baik jika sudah diaudit)
  • Salinan kontrak / Surat Perintah Kerja (SPK) dari pemilik proyek (obligee)
  • Salinan Bid Bond yang telah diterbitkan (jika ada)
  • Daftar pengalaman proyek sejenis 3–5 tahun terakhir
  • Neraca dan laporan laba rugi tahun berjalan (jika tersedia)

Perbedaan Performance Bond dan Bid Bond

Meskipun keduanya termasuk dalam kelompok surety bond, performance bond dan bid bond memiliki perbedaan mendasar:

  • Bid bond diterbitkan sebelum tender dimulai dan berakhir saat kontrak ditandatangani. Tujuannya memastikan pemenang tender tidak mengundurkan diri.
  • Performance bond diterbitkan setelah kontrak ditandatangani dan berlaku selama masa pelaksanaan proyek. Tujuannya memastikan proyek selesai sesuai kontrak.
  • Nilai performance bond umumnya lebih besar dari bid bond karena mencerminkan nilai kontrak yang lebih tinggi.

Bagaimana Proses Klaim Performance Bond?

Pemilik proyek dapat mengajukan klaim performance bond apabila kontraktor terbukti wanprestasi. Proses klaim umumnya melibatkan:

  1. Notifikasi tertulis dari obligee kepada penanggung (perusahaan asuransi) dan principal (kontraktor) mengenai pelanggaran kontrak
  2. Investigasi oleh penanggung untuk memverifikasi keabsahan klaim dan besaran kerugian
  3. Penyelesaian: penanggung dapat membayar ganti rugi tunai, atau membantu menyelesaikan proyek melalui kontraktor pengganti

Jenis Surety Bond Lain dalam Siklus Proyek Anda

Butuh Performance Bond di Batam? Konsultasi Gratis

Jangan tunda penyerahan performance bond dan berisiko kehilangan kontrak. Hubungi Rio sekarang untuk mendapatkan penawaran premi dan proses penerbitan dalam 1–3 hari kerja. Kami melayani kontraktor, perusahaan EPC, dan supplier di seluruh wilayah Batam dan Kepulauan Riau.

WhatsApp: 0813-7333-6728 | Layanan: Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB

Siap Melindungi Aset Anda?

Konsultasikan kebutuhan asuransi Anda bersama Rio, konsultan asuransi terpercaya di Batam.